Dulu, ada masanya gaya bermain seperti poker nit dianggap salah satu cara terbaik untuk menguasai meja. Banyak pemain profesional pada masa itu percaya bahwa bermain sangat ketat bisa membuat mereka menang lebih mudah.
Namun kenyataannya, strategi ala poker nit bukanlah metode terbaik untuk menghasilkan uang secara konsisten. Memang, pendekatan ini bisa bekerja cukup baik melawan lawan yang tidak paham dengan pola permainanmu atau belum siap mengeksploitasi kelemahanmu.
NIT dalam poker sangat jauh dari strategi modern seperti GTO (Game Theory Optimal). Mereka hanya fokus memainkan kartu yang sangat kuat, mengambil value saat benar-benar memiliki tangan bagus, serta melindungi stack ketika tidak sedang di posisi unggul.
Nah, di sini kita tidak akan mengajarkanmu cara bermain seperti nit, apalagi menyarankan strategi itu. Justru kita akan membahas bagaimana cara menghancurkan nit di meja dan mengambil chip mereka setiap kali berhadapan.
Apa Itu Poker Nit?
NIT adalah salah satu tipe besar pemain poker, sama seperti LAG (Loose Aggressive) atau calling station, dengan kecenderungan khusus yang bisa dieksploitasi habis-habisan.
Secara sederhana, nit adalah pemain yang bermain super ketat preflop. Mereka jarang ikut pot, dan hampir tidak pernah punya VPIP lebih dari 15%, bahkan dalam permainan enam-max.
Buat kamu yang sudah paham, angka ini jelas terlalu rendah untuk permainan ring game. Artinya, mereka membuang terlalu banyak tangan yang sebetulnya bisa dimainkan dengan profit.
Contohnya, seorang nit akan langsung fold pocket pair kecil di posisi awal, membuang kartu seperti K8s bahkan saat ada di button, dan hanya akan mempertahankan blind dengan kartu yang dianggap benar-benar “bagus.”
Dengan mengetahui bahwa range preflop dari nit ini super ketat, kita akan punya keuntungan besar. Karena kita bisa langsung menyingkirkan banyak kemungkinan kartu dari range mereka ketika permainan masuk ke street selanjutnya.
Lebih enaknya lagi, nit juga cenderung main pasif setelah flop dibuka. Mereka jarang memainkan tangan medium dengan agresif, apalagi melakukan bluff berulang di beberapa street.
Kebiasaan-kebiasaan inilah yang bikin kita bisa menghancurkan mereka dengan strategi yang tepat. Yuk, kita mulai dengan trik sederhana untuk menghadapi nit di meja poker.
Menghajar NIT Preflop – Stealing the Blinds
Karena permainan preflop mereka sangat ketat, nit adalah tipe pemain terbaik untuk mulai “digarap” bahkan sebelum flop dibuka.
Cara paling mudah? Curi blind mereka tanpa henti. Kalau biasanya lawan akan lebih sering mempertahankan blind, nit hanya akan melawan kalau punya kartu di top 20–25% saja.
Artinya, kalau kamu duduk di kanan nit, kamu bisa curi blind mereka 75–80% kali tanpa perlawanan.
Kalau posisimu dua atau tiga kursi di kanan nit, serang blind mereka saat berada di cutoff atau button. Small blind biasanya lebih jarang mempertahankan, dan big blind milik nit hampir selalu fold.
Kalaupun nit memutuskan bertahan, mereka akan melanjutkan permainan dengan pasif dan lemah di street berikutnya.
Dalam banyak situasi, cukup dengan c-bet kecil setelah flop, kamu sudah bisa merebut pot, apa pun tekstur board-nya. Biasanya, nit hanya akan melanjutkan kalau mengenai flop, kalau tidak ya langsung fold.
Tapi ada hal penting: jangan keras kepala saat nit mulai melawan balik sementara tanganmu tidak cukup kuat. Kemungkinan besar mereka benar-benar punya monster hand, dan kamu tentu tidak mau kehilangan stack melawan nuts hanya karena terlalu memaksa.
Menghajar NIT Preflop – Strategi Re-Steal
Selain mencuri blind, cara lain yang ampuh untuk mengatasi nit adalah dengan melakukan re-steal terhadap raise mereka di posisi akhir.
Kenapa? Karena kalau nit melakukan raise dari posisi awal, biasanya mereka hanya punya kartu premium banget seperti AA, KK, atau AK. Tipe tangan ini jelas bukan sesuatu yang mau kamu lawan sembarangan.
Tapi, ketika nit raise dari cutoff atau button, range mereka akan jauh lebih lebar. Mereka bisa saja pegang kartu seperti KJs, JTs, 98s, AJ, atau KQ.
Nah, bedanya dengan pemain lain, nit biasanya tidak akan berani melanjutkan ketika menghadapi 3-bet menggunakan kartu-kartu semacam itu. Mereka sering memilih fold dan menunggu “spot” yang lebih baik.
Contohnya, meski mereka punya KJs di posisi bagus, begitu kena 3-bet standar, kebanyakan nit akan langsung buang kartunya.
Itulah alasan kenapa melawan tipe pemain seperti ini, kamu bisa sangat agresif melakukan 3-bet saat mereka raise dari posisi akhir.
Kalau kamu main online, coba aktifkan statistik “fold to 3-bet” di HUD. Kalau angka fold mereka tinggi, berarti peluangmu besar untuk melakukan 3-bet lebih sering dengan range luas, misalnya Kxs, Axs, suited connectors, atau pocket pairs.
Nit juga punya kebiasaan main lurus, jadi kalau mereka 4-bet, itu hampir pasti monster hand. Tapi kalau mereka hanya call 3-bet, biasanya masih bisa kamu tekan dengan c-bet di flop, karena mayoritas nit bermain dengan pola “fit-or-fold.”
Menghajar NIT Postflop – Menghadapi C-Bet
Strategi klasik nit di postflop biasanya cuma satu: continuation bet (c-bet). Mereka suka mewakili monster di flop, berharap lawan fold.
Masalahnya, kita tahu mereka nggak selalu punya monster. Bahkan, dalam banyak kasus mereka hanya siap “stack off” kalau pegang two pair atau lebih bagus.
Di sinilah kesempatan kita. Board yang paling ideal untuk melawan c-bet dari nit adalah board dengan kartu rendah atau tengah, serta cukup connected, di mana kemungkinan mereka punya tangan kuat sangat kecil.
Ada dua cara menghadapi c-bet nit: call (floating) atau raise langsung di flop.
- Kalau kamu di posisi (in position), floating lebih efektif karena kamu bisa lihat aksi mereka di turn.
- Kalau out of position, opsi check-raise bisa lebih menguntungkan untuk langsung menekan.
Memang, kalau hanya floating out of position, kadang jadi tricky kalau mereka check back di turn, karena kamu bisa terjebak di river. Tapi jangan lupa, check-raise atau lead di river juga bisa jadi senjata ampuh melawan tipe pemain ini.
Menghajar NIT Postflop – Probe dan Tekanan
Kadang nit tetap ikut melihat flop, terutama kalau mereka ada di big blind dengan harga call yang murah atau pegang kartu seperti 88 atau 98s.
Tapi keunggulan kita adalah: nit tidak suka bertarung terlalu jauh. Kalau flop tidak sesuai dengan harapan mereka, mereka akan cepat menyerah.
Contohnya, banyak pemain akan tetap melanjutkan dengan 88 di board Q-7-5. Tapi nit? Mereka mungkin langsung fold dan kasih pot ke kamu. Bahkan dengan kartu seperti 98s yang punya gutshot, nit bisa saja fold tanpa berpikir panjang.
Nit jarang melakukan bluff atau memainkan tangan dengan kreatif. Mereka hanya akan raise kalau benar-benar punya monster draw. Di luar itu, mereka main “straightforward.”
Jadi, kalaupun mereka call di flop dan check di turn, kamu masih bisa ambil pot dengan taruhan lanjutan, apalagi kalau keluar scare card di turn.
Biasanya, nit hanya bertahan sekali dengan top pair kecil. Begitu keluar overcard di turn dan kamu tembak lagi dengan ukuran bet yang lumayan, mereka sering langsung kabur.
Intinya, jangan takut bertaruh sering saat melawan nit. Sekali-kali ketahuan bluff itu wajar, tapi jangka panjang kamu akan lebih sering menguras chip mereka daripada sebaliknya.
Menghadapi 3-Bet dan 4-Bet dari NIT
Satu hal yang bisa kamu pastikan saat melawan nit adalah range mereka akan jauh lebih ketat dibanding pemain lain di semua situasi.
Nit jarang melakukan 3-bet dengan tangan yang bukan premium. Bahkan saat mereka melakukan 4-bet, hampir bisa dipastikan tidak ada bluff dalam range mereka.
Biasanya, range 3-bet nit berisi kartu-kartu value seperti AA, KK, QQ, atau AK. Bahkan AQs pun sering kali sudah jadi batas terlemah yang mereka mainkan dengan cara itu.
Kalau kamu menghadapi 4-bet dari nit, hampir bisa dipastikan AK offsuit sudah keluar dari range mereka. Tangan terlemah yang mungkin mereka punya hanyalah QQ atau AKs, tergantung seberapa dalam stack.
Inilah yang bikin menghadapi re-raise dari nit jadi mudah. Umumnya, pilihan terbaik adalah fold saja, karena range-mu kemungkinan besar sudah kalah jauh.
Tapi ada pengecualian. Kalau stack cukup dalam dan kamu punya posisi, kamu bisa sesekali call dengan tangan spekulatif yang kuat seperti 98s, berharap bisa mengambil seluruh stack nit ketika mengenai board dengan baik.
Meski begitu, hati-hati. Nit tidak suka kehilangan seluruh stack dengan tangan besar seperti AA di board yang terlalu connected. Jadi pastikan situasi benar-benar mendukung sebelum mencoba langkah ini.
Kabar baiknya, kalau justru kamu yang pegang AA atau KK, biasanya nit akan sulit fold saat sudah terlanjur commit dengan QQ atau AKs. Di momen seperti itu, kamu bisa all-in dan mereka akan call dengan senang hati.
Selain skenario cooler seperti itu, lebih baik kamu hindari duel melawan nit yang melakukan 3-bet atau 4-bet. Karena dalam pertarungan fair, range mereka terlalu kuat untuk ditantang.
Waspada Terhadap Taruhan NIT
Secara umum, kamu bisa dengan mudah mendominasi nit di setiap street. Tapi ada satu pengecualian besar: ketika mereka benar-benar punya monster hand.
Nit biasanya menunggu momen emas seperti saat pegang pocket aces, set di flop, atau kondisi di mana lawan tanpa sadar memberikan seluruh stack ke mereka.
Jangan sampai kamu jadi “korban” yang dimaksud. Cara menghindarinya adalah dengan selalu ingat bahwa range nit jauh lebih ketat daripada pemain biasa.
Contohnya, tangan seperti top pair dengan kicker bagus mungkin cukup untuk stack-off melawan pemain agresif. Tapi melawan nit, tangan itu bisa jadi tidak cukup bernilai.
Kalau nit menembakkan lebih dari satu barrel ke arahmu, hampir pasti mereka punya lebih dari sekadar one pair. Dalam kebanyakan kasus, itu berarti mereka pegang monster.
Ingat, kamu sudah sering mendapat chip dari nit di banyak situasi kecil. Jadi tidak ada alasan untuk kehilangan ratusan big blind hanya karena tidak disiplin membaca tanda-tanda.