SPR, singkatan dari stack-to-pot ratio, adalah konsep penting yang membantu kamu mengambil keputusan yang lebih tepat baik preflop maupun postflop. Dengan memahami dan menerapkan strategi SPR, kamu akan punya kerangka matematis yang jelas soal kapan harus committed terhadap sebuah pot.
Rumus SPR
Rumus SPR sendiri sangat sederhana:
SPR = Effective Stack Size / Pot Size
Kita cukup mengambil effective stack (stack paling kecil di antara pemain yang terlibat dalam hand) lalu membaginya dengan ukuran pot.
Misalnya, jika kamu dan lawan sama-sama punya sekitar Rp3.200.000 (setara $200) dan pot saat ini Rp160.000 (setara $10), berarti SPR = 20.
Apa yang Diberitahukan SPR?
Menghitung SPR itu mudah—yang lebih penting adalah memahami apa arti angkanya. SPR diciptakan sebagai ukuran komitmen preflop/flop, yaitu alat matematis untuk menilai apakah kamu sudah berada pada titik committed dengan jenis-jenis hand tertentu.
Mari bayangkan contoh di 200NL game:
MP raise ke Rp96.000 | CO call Rp96.000
Hero (BTN) 3bet ke Rp448.000 | MP call | CO fold
Di titik ini, effective stack sekitar Rp3.152.000 dan pot sebesar Rp1.040.000. Artinya SPR ≈ 3.
SPR kecil seperti ini umum muncul di squeeze pot, 4bet pot, atau ketika bermain melawan stack yang lebih pendek.
Dalam single-raised pot, SPR sekitar 13 itu wajar, sementara pot hasil 3bet biasanya sekitar 3,5–5 SPR.
Apa Arti SPR Kecil?
SPR kecil biasanya berarti kamu sudah committed dengan hand seperti top pair atau lebih baik. Pada contoh sebelumnya, jika kamu c-bet dan lawan shove, kamu hampir selalu call. Atau jika kamu check dan lawan shove di turn, kamu tetap call. Bahkan jika c-bet kamu di-flop dipanggil, kamu umumnya sudah committed di sebagian besar turn card.
SPR dan Tingkat Komitmen
Jika SPR lebih besar, misalnya 9, situasinya berubah. SPR ini bukan lagi zona “auto stack-off”.
Lihat panduan zona SPR berikut:
- SPR < 3 → auto stack-off dengan top pair atau lebih baik
- SPR 3–6 → situasional (bergantung lawan dan tekstur board)
- SPR > 6 → tidak otomatis stack-off (kecuali kondisi tertentu, misal lawan fish atau kamu pegang hand sangat kuat)
Melihat SPR Lebih Dalam
Ada beberapa hal penting yang bisa kita tarik dari konsep SPR.
Pertama, kamu harus sadar SPR yang kamu ciptakan sendiri.
Contoh: seorang pemain 40bb open ke 3bb, lalu kamu call dari BB dengan 76s. SPR-nya sekitar 5,7. Suited connector jauh lebih optimal dimainkan pada SPR besar, karena butuh playability dan implied odds tinggi. SPR 5,7 saja sudah membatasi fleksibilitasmu untuk memaksimalkan draw—belum ditambah kamu bermain OOP.
Hal yang sama berlaku untuk 3betting.
Misalnya lawan fish stack 50bb open 3bb, lalu kamu ingin 3bet ke 10bb. Jika fish call (dan fish biasanya memang suka call 3bet), maka pot jadi sekitar 20bb dengan effective 40bb → SPR = 2. SPR serendah ini tidak menyisakan ruang untuk bluff +EV, sehingga range terbaik masuk akal adalah QQ, KK, AA, AK, dan kadang TT serta AQ.
Tight Ranges di SPR Normal
Sekarang bayangkan situasi lebih standar: villain open 3bb dengan 100bb. Kamu 3bet ke 10bb, dia call, pot jadi sekitar 20bb dan effective sekitar 90bb → SPR ≈ 4,5.
SPR ini sangat umum dalam 3bet pot. Namun keputusan stack-off bisa berubah tergantung tipe lawan.
- Melawan fish: jauh lebih mudah stack-off dengan AK di board Axx atau overpair, karena fish sering menumpuk stack dengan hand yang lebih lemah.
- Melawan TAG: otomatis stack-off bisa berbahaya. TAG tidak selalu mau stack-off dengan hand seperti QQ di board Kxx atau JJ di board T85.
Fish memang kadang akan nyedot stack kamu ketika mereka kena set. Tapi secara long-term, stack-off dalam SPR seperti ini tetap profitable.
Tips Umum Terkait SPR
1. Perhatikan SPR yang kamu ciptakan.
Sebelum melakukan aksi preflop, pikirkan SPR yang tercipta dan apakah hal itu menguntungkanmu. Banyak pemain terlalu sering call di small SPR pot dengan suited connector atau small pair—padahal hand itu butuh SPR besar.
2. Perhatikan sizing.
Sizing 3bet/4bet memengaruhi SPR secara signifikan. Melawan pemain yang inelastic, kamu bisa memilih sizing bebas untuk menciptakan SPR yang menguntungkan.
3. Fish & SPR.
SPR melawan fish berbeda dengan melawan reg. Melawan fish kamu bisa lebih longgar stack-off pada SPR seperti 4,5—melawan reg tidak selalu.
4. Line bisa berubah.
Berada di small SPR bukan berarti kamu wajib shove atau bet. Kamu bisa 4bet dengan AA lalu check di flop. Yang penting, line kamu tetap memanfaatkan kesalahan lawan.
5. SPR adalah metrik preflop/flop.
SPR digunakan untuk mengukur komitmen di flop, bukan dihitung ulang di turn atau river dengan standar yang sama.
6. SPR itu matematis.
Gunakan fold equity calculator, Equilab, atau Flopzilla untuk melihat bagaimana SPR memengaruhi nilai shoving di small SPR pot.
Contoh Penggunaan SPR
Ini contoh hand dari 2NL online, 4-handed. CO limp, BTN raise, Hero 3bet (pilihan yang bagus). Namun sizing Hero terlalu kecil.
Idealnya, 3bet minimal 3x open raise, sekitar Rp4.800 (setara $0.30). Karena lawan BTN dan CO tampaknya bukan pemain bagus, sizing besar akan memberi value maksimal.
Pada akhirnya BTN call, pot sekitar Rp8.000 ($0.50), dan effective stack Rp28.800 ($1.80).
SPR ≈ 3,5.
Kalau 3bet tadi Rp6.400 (40c), SPR-nya turun jadi 2,5. Perubahan kecil di preflop sizing bisa sangat mengubah SPR!
Untuk overpair, default-ku adalah:
- SPR < 3 → otomatis stack-off
- SPR 3–6 → area abu-abu
- SPR > 6 → tidak otomatis stack-off
Di contoh ini kita berada di sisi kecil dari zona abu-abu. Melawan pemain lemah, overpair tetap layak untuk stack-off.
Dinamika SPR dalam Multiway Pot
SPR pada pot single-raised atau heads-up umumnya mudah dibaca. Namun dalam multiway pot, dinamika SPR berubah menjadi lebih rumit karena melibatkan risiko, agresi, dan potensi reward yang berbeda.
Beberapa poin penting:
- Peluang split pot meningkat, karena lebih banyak pemain memiliki kesempatan mendapatkan kombinasi tangan yang mirip.
- Ketika mengevaluasi SPR di multiway pot, kamu harus mempertimbangkan kemungkinan chop, bukan hanya kekuatan hand terhadap satu lawan.
- Implied odds lebih kompleks, karena kamu harus memperkirakan respons beberapa lawan sekaligus, bukan hanya satu.